Rabu, 24 Juni 2009

Ketika Cinta Bertasbih

Ketika Cinta Bertasbih…….

Adalah Film penonton terbanyak dihari pertama, gak percaya….??? Yang sudah membaca Novel “Ketika cinta bertasbih satu dan dua” karya Habiburrahman El-Shirazi ini pasti lebih asyik ketika menonton filmnya di bioskop-bioskop kesayangan.

Salut dah buat ustadz Habib yang sudah melahirkan karya-karya fenomenal yang bisa mengangkat nilai-nilai dakwah islamiyah……..

Hal yang paling aku banggakan dari film-film yang diangkat dari karya-karya novel ustad Habib adalah melalui film ini secara halus memberikan pelajaran serta pengetahuan agama islam pada umat muslim di dunia pada khususnya dan umat manusia pada umumnya. Jika Islam begitu menjaga kesucian.

Seperti adegan pada saat akan diberi hadiah ciuman oleh Eliana, Azzam memberi pengertian pada Eliana akan arti kesucian. Film ini ditonton banyak kalangan umur, hal ini mungkin akan dapat sedikit menyentuh mereka yang selama ini tidak menjaga kesuciannya dari pergaulan bebas di tengah mewahnya peradaban kota. So pasti dah tau kan..??? bagaimana Azzam memberikan pengertian dengan lembut dan runtut, meski pada saat itu Elliana sempat merasa tersinggung, tapi akhirnya Elianapun menyadari hal itu adalah salah.

Dan adegan yang paling aku suka adalah, ketika Anna A’tofunnisa mengajukan syarat pada Furqon saat akan menerima lamarannya, pilihan pertama adalah setelah menikah Ana meminta untuk tetap mengabdi dan hidup serta melakukan aktifitas di lingkungan pesantren ayahnya, kedua adalah selama ana masih menjadi istri yang bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri, mas Furqon tidak boleh menikah dengan wanita lain…..

Mendengar pilihan kedua Furqon dan walinya sempat kaget, Furqon pun bertanya, “ Bukankah itu artinya kamu tidak setuju / melarang dengan adanya poligami???” Ana pun dengan lembut memberikan penjelasan “ tidak sedikitpun kata-kata saya yang mengatakan bahwa saya mengharamkan poligami” lalu Ana pun menjelaskan dan menunjukkan rujukan kitabnya…. Wah….Suip tenan Ana neh….dia cermin wanita yang cerdasssssss. Hehehe…..

Yah…disini banyak sekali kisah cinta yang sangat dilematis dan dramatis……mengharukan….namun sayangnya belum sampai membuatku menitikkan air mata, seperti saat aku menonton Film Ayat-ayat cinta, saat menyaksikan kerelaan Aisyah menerima untuk di madu, hal yang sangat sulit bagi seorang wanita. Huhuhuhu….

Nah….pokoknya saat ini film-film yang diangkat dari novel-novel islami rupanya memang sedang trend, hal ini positif sekali. Artinya islam sudah lebih menunjukkan ke eksisannya dalam dunia perfilman Indonesia. Dimana tidak hanya orang-orang islam saja yang menonton tapi orang-orang umum…..

Dan yang amat membuatku senang juga adalah, dulu jarang-jarang ada orang-orang jilbaber, ibu-ibu pengajian dan anak-anak pesantren yang rajin mengunjungi bioskop, kalaupun ada sepertinya image negative. Tapi sekarang karena sudah banyak film-film mendidik yang dilahirkan dari tangan para muslim kreatif merekapun berbondong-bondong ke bioskop untuk menonton film fenomenal ini.

Hahaha…jangan tersinggung karena kemaren pas aku nonton tuh ada rombongan ibu-ibu gitu lagi nunggu mo nonton dah bawa popcorn ditangannya, dan pas waktu aku nonton di sederet kursi sebelahku adalah rombongan orang-oarng berkerudung. Seru banget…….

Tapi sayang ya…..kenapa musti to be continue…….



Ba'da Haadza ===>>>